Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

..learn to live life..

Blog EntryJul 26, '06 2:26 AM
for everyone
Semua orang yang hidup, pasti pernah mengalami tragedinya sendiri-sendiri. Suatu kejadian dimana kata aneh, terkejut, lucu, kecewa dan sedih bercampur menjadi satu. Itulah yang terjadi padaku hari ini.

Setelah melakukan pengakuan yang menghebohkan duniaku pada bulan Mei lalu. Aku sempat tidak berani untuk membuka inbox FS-ku selama satu setengah bulan. Aku terlalu takut untuk mengetahui reaksinya, yang mungkin saja akan membuat aku shock dan sakit hati. Tapi rupanya aku belum terlalu mengenal rasa shock hingga hari ini.

Satu setengah bulan yang lalu, aku berhasil mengumpulkan keberanianku untuk membuka inbox FS-ku. Ada beberapa message baru yang masuk, tapi bukan yang aku tunggu. Dua minggu setelahnya, tetap tidak ada kabar. Aku mulai berpikir, mungkin memang inilah jawabannya.

Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya dalam Confession part 1, bahwa aku akan menerima dengan pasrah apapun keputusannya. Setelah beberapa minggu berlalu, aku buka FS dan membuka inbox. Nothing has changed. Pikiran tentang, dia pasti jadi benci sama aku sekarang, mulai bermunculan lagi. Merasa gundah?! Absolutely.

But then, aku iseng-iseng pengen baca lagi message yang aku kirim ke dia bulan Mei lalu. Waktu pengiriman, aku sengaja menyimpan copy message to sent items untuk sekedar kenang-kenangan akan kenekatanku. Tapi apa yang aku temukan di dalam Sent Items box malam ini?

Nothing. Semua messages yang pernah aku kirim dan simpan sebelum bulan Mei itu ada disana, kecuali satu message yang ingin aku baca ulang.

The desperate love letter disappeared!

Mataku yang sebesar bola pingpong hanya bisa tercengang. I can’t believe what my eyes. Setelah beberapa saat digesting apa yang sedang terjadi. I started my ironic-laugh, silently.

Now I understand, rupanya, dia memang tidak ditakdirkan untuk mengetahui keberadaan surat pengakuanku itu. Dengan ketiadaan archive message itu di Sent Items box it can only mean that the message has never been sent. Mungkin karena failure di FS atau mungkin juga karena internet connection yang ga stabil. Who knows.

Isn’t it ironic?! Setelah bertahun-tahun akhirnya menemukan keberanian untuk jujur kepada diri sendiri dan juga kepada dia. Setelah berbulan-bulan dihinggapi mimpi-mimpi tentang dia. Setelah seharian menyusun sebuah surat pengakuan untuk dia. Setelah ketakutan dan dihantui pikiran-pikiran buruk akan reaksinya. Setelah 3 bulan membuka-tutup menanti jawaban darinya. Dan hanya dalam a single-click to the Sent Items box, terjawablah semua.

It wasn’t meant to be. He wasn’t meant to be with me, nor I to him. Maybe faith has finally plays its part. Maybe it’s for the best that he never receives my message - that desperate message-. And now, all I have to do is moving on and never look back. Just look forward with a face full of happy smile.

Add a Comment